Rumah Sehat Bebas Stunting: Pendampingan Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Intervensi Keperawatan Komunitas Berbasis Evidence Based Practice di Desa Banggae Kabupaten Takalar, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.65280/jscp.v3i2.61Keywords:
stunting, keluarga, keperawatan komunitas, pendampingan, evidence-based practiceAbstract
Abstrak
Stunting merupakan masalah pertumbuhan anak yang dipengaruhi oleh faktor gizi, pemberian makan, pengasuhan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penguatan kapasitas keluarga diperlukan untuk meningkatkan pencegahan stunting berbasis rumah tangga. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kemampuan pemantauan pertumbuhan, dan praktik pemberian makan keluarga melalui intervensi keperawatan komunitas berbasis evidence-based practice. Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Banggae, Kabupaten Takalar, dengan melibatkan 24 keluarga dan 5 kader kesehatan. Intervensi meliputi edukasi interaktif, demonstrasi, praktik, kunjungan rumah, konsultasi individual, pemantauan pertumbuhan, dan penguatan kapasitas kader. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi secara deskriptif. Pengetahuan tentang stunting meningkat dari 54,2% menjadi 91,7%, pemahaman pemantauan pertumbuhan dari 45,8% menjadi 87,5%, dan praktik pemberian makanan sesuai usia dari 58,3% menjadi 91,7%. Keragaman makanan meningkat dari 45,8% menjadi 87,5%, pemberian protein hewani dari 50,0% menjadi 91,7%, serta responsive feeding dari 37,5% menjadi 83,3%. Kesimpulan: Pendampingan berbasis keperawatan komunitas dapat meningkatkan kapasitas keluarga dalam pencegahan stunting dan memperkuat peran kader di tingkat masyarakat.
Kata kunci: stunting, keluarga, keperawatan komunitas, pendampingan, evidence-based practice
Abstract
Stunting is a child growth disorder influenced by nutritional status, feeding practices, caregiving, environmental conditions, and utilization of health services. Strengthening family capacity is essential to improve household-based stunting prevention. Objective: To improve family knowledge, growth monitoring skills, and feeding practices through a community nursing intervention based on evidence-based practice. The community service activity was conducted in Banggae Village, Takalar Regency, involving 24 families and 5 health cadres. The interventions included interactive health education, demonstrations, practical sessions, home visits, individual consultations, growth monitoring, and capacity building for health cadres. Evaluation was conducted descriptively by comparing conditions before and after the intervention. Knowledge of stunting increased from 54.2% to 91.7%, understanding of growth monitoring increased from 45.8% to 87.5%, and age-appropriate feeding practices increased from 58.3% to 91.7%. Dietary diversity increased from 45.8% to 87.5%, provision of animal-source protein increased from 50.0% to 91.7%, and responsive feeding increased from 37.5% to 83.3%. Conclusion: Community nursing-based family assistance can improve family capacity in stunting prevention and strengthen the role of health cadres at the community level.
Keywords: stunting, family, community nursing, family assistance, evidence-based practice
References
[1] Kemenkes, “Survey Kesehatan Indonesia (SKI),” Kementeria Kesehat., pp. 1–68, 2023.
[2] Asrar As; Asmiana Saputri Ilyas, “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan,” J. Kesehat. Marendeng, vol. 10, no. 1, pp. 65–79, 2026. DOI: https://doi.org/10.58554/jkm.v10i1.189
[3] H. I. Ayue et al., “Exploring the multifactorial predictors of stunting in children under five: A systematic review of the literature, 2015–2024,” J. Public health Res., vol. 14, no. 4, 2025, doi: 10.1177/22799036251403945. DOI: https://doi.org/10.1177/22799036251403945
[4] Unicef, “Survey Status Gizi (SSGI) 2024: Kemajuan berkelanjutan dalam Mengatasi Malnutrisi Anak,” Unicef, p. 1, 2025.
[5] Trisilawati and Syahputri, “Determinan Stunting di Indonesia,” Pros. Conf. Heal. Soc. Hum., vol. 1, no. 1, pp. 108–121, 2023.
[6] A. Suprihatin, runjati, “The effect of family empowerement in preventing stunting : systematic literature review,” Indones. J. Glob. Heal. Res., vol. 6, no. 6, pp. 4125–4132, 2024, doi: 10.37287/ijghr.v2i4.250. DOI: https://doi.org/10.37287/ijghr.v2i4.250
[7] W. H. Organization, WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. 2023. [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864
[8] UNICEF, “Inproving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period,” UNICEF Program. Guid., p. 76, 2020.
[9] Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, “Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Periode 2025-2029,” Jakarta Sekr. Wakil Pres. Republik Indones., 2024.
[10] A. Janmohamed, N. Sohani, Z. S. Lassi, and Z. A. Bhutta, “The E ff ects of Community Home Visit and Peer Nutrition Outcomes in Low and Middle-Income,” Nutrients, vol. 12, 440;, pp. 1–16, 2020. DOI: https://doi.org/10.3390/nu12020440
[11] R. Widiasih et al., “Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method study in Indonesia,” Belitung Nurs. J., vol. 11, no. 3, pp. 330–339, 2025, doi: 10.33546/bnj.3722. DOI: https://doi.org/10.33546/bnj.3722
[12] B. Setha, C. R. M. Loppies, I. K. E. Savitri, J. Pagaya, R. Tahitu, and I. Kusadhiani, “Perbedaan Percepatan Pertumbuhan Anak Stunting Berdasarkan Kelompok Umur Yang Mendapat Intervensi MP-ASI Berbasis Ikan Tuna The Differences in Growth Acceleration of Stunted Children Based on Age Groups Receiving Tun,” AGRITEKNO J. Teknol. Pertan., vol. 13, no. September, pp. 146–155, 2024. DOI: https://doi.org/10.30598/jagritekno.2024.13.1.146
[13] Predikt, Penguatan perencanaan kontingensi yang berpusat pada anak. Unicef, 2022.
[14] Agung Setiadi., Strategi Holistik Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak dan Mencegah Stunting, vol. 2. Sidoarjo: BFS Medika, 2024.
[15] U. Who and W. Bank, “Levels and trends in child malnutrition,” Levels and Trends in Child Malnutrition, p. 32, 2023, [Online].
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Sustainable Community Practices

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0






